Sinopsis Terbaru

Sinopsis Punar Vivah Episode 143 part 4 By Yohana


Sinopsis Punar Vivah Episode 143 part 4 By Yohana
Granny bergelembung di dalam ruangan dan meminta sarita untuk tidak mengganggu semua ini.
Sarita mencoba berkata berapa banyak yang biasa mereka hadapi.
Dia berkata kalau dia berharap hujan ini akan membawa kehidupan pernikahan yang baik untuknya.
Sarita berkata kalau banyak curah hujan telah datang dan pergi tapi tidak ada yang terjadi.
Sarita menanyakan apakah mennatu choti datang,
apakah dia akan membawa kebahagiaan.

Nenek membuatnya senang dan berkata kalau aktris ini semua dibuat dan palsu,
tapi sarita begitu cantik,
dan dia harus memperindah dirinya sendiri.
Dia berkata kalau raj bahkan tidak melihatnya,
lalu siapa yang harusnya dia mainkan,
dan terkadang dia merasa,
dia ialah orang yang hidup mati.
Sarita berkata pada neneknya,
kalau ironi hidupnya ialah,
membenturkan kepalanya ke dinding,
hanya akan memberi rasa sakit padanya.
Nenek mengutuk gadis itu,
yang sangat merubuhkan raj,
setelah meninggalkannya,
yang membuat dia secara emosional tidak mampu untuk mengikat dirinya dengan orang lain.
Dia setuju kalau raj bahkan tidak memperhatikan betapa cantiknya dia.
Sarita berkata kalau begitu dia menemukan gadis itu,
dia pasti akan menyukainya dengan gadis itu.

Divya dirawat oleh kerabat dan keluarganya,
yang sangat tegang tentang kecelakaannya.
Divya berkata kalau kegilaan dibutuhkan,
seperti 10 tahun yang lalu,
Divya,
yang biasa melakukan ini,
dan raj datang.

dan kemudian singgah.
Divya berkata kalau dia menyukai raj yang sangat dekat dengannya,
dan rasanya dia hampir merasakan napasnya.
Orang itu datang,
dan divya mengenalinya,
dan mengira dia menguntitnya.
Dia membersihkan kebingungannya,
dan adiknya menggoda divya,
dan dia berterima kasih padanya.
Dia berkata kepadanya tentang orang yang membawanya di armjs-nya,
dan sedang berjalan menuju rumah sakit.
Divya menanyakan siapa itu,
dan dia diberitahu kalau dia tidak tahu dan jika temponya tidak terputus,
dia pasti telah berada di sini hari ini.
Dia memikirkan sesuatu dan memberikan buku harian untuk divya,
berkata kalau itu ada di jok belakang mobilnya,
dan mungkin itu milik orang itu.
Dia mengambil buku harian itu.
Kakaknya datang berkata kalau surat kabar telah siap.

Saat penolongnya meminta buku harian raj karena dia menyimpan catatan hari terakhir di buku harian raj,
dia ingat kalau dia mungkin telah meninggalkannya di mobil orang itu,
di mana dia menyimpan gadis itu tadi malam,
untuk dibawa ke rumah sakit.
Saat Divya siap untuk pergi,
dia mencengkeram buku harian itu.

#Melihat alamat,
dari LAXMI RADDI BHANDAR,
kerabat divya merasa geli,
kalau sekarang mereka bisa menyingkirkan raddi mereka,
hanya untuk orang ini.
Divya membuat panggilan pada nomor yang diberikan,
menyadari kalau Raj menelepon dia.
BACA SELANJUTNYA : 
Sinopsis Punar Vivah Episode 144 part 1